Asah Analisis Anak Melalui Pendidikan Lingkungan Berkelanjutan

Pagi cerah menghiasi perjalanan siswa-siswi dari SDN Temguring, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Para siswa yang didampingi guru itu hendak berkunjung ke Lembah Cimegleng, sebuah tempat pelatihan berbasis pertanian, perikanan dan peternakan di Desa Bunihara, Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang. Kamis, 24 Agustus 2023.

Agenda tersebut masuk dalam timeline program sekolah adiwiyata, merupakan sebuah program pendidikan berbasis lingkungan yang diinisiasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pengembangan program ini dibina oleh PT Krakatau Bandar Samudera atau Krakatau International Port yang didampingi oleh Eswka Foundation.

Sesampainya di tempat, siswa langsung diarahkan untuk brifing kemudian diajak keliling lokasi. Ihwan Hadi selaku pendamping dari Eswka Foundation memberikan ice breaking agar anak-anak ceria dan fresh dalam menyimak materi. Setelah selesai ice breaking, Muhib Kawan Desa, selaku trainer mulai mengajak keliling, ia mengenalkan beragam tanaman sayuran yang ia tanam. Dengan menggunakan speaker aktif, Muhib menenerangkan kepada 60 peserta field trip dengan penuh keceriaan.

Terdapat dua kotak sawah yang menjadi object pembelajaran. Pertama, sawah yang ditanami timun, kedua yang ditanami kacang Panjang. Selain menerangkan mengenai proses penanaman, anak-anak diajak untuk bereksperimen melalui bibit yang sudah siap disemai. Bibit tersebut dimasukan ke dalam wadah yang sudah dimasukan kompos. Nantinya, bibit akan di bawa oleh masing-masing siswa yang kemudian akan dilaporkan kepada guru dalam perkembangannya.

Nur Cholis, Direktur Eswka Foundation memaparkan, kegiatan field trip ini merupakan bagian dari program sekolah adiwiyata dengan capaian para siswa mampu menganalisa dalam proses pembelajaran, seperti pertanian.

Cholis juga menyampaikan, harapannya para siswa bisa lebih memahami dan sadar terhadap lingkungan agar bisa diterapkan di rumah dan di sekolah. “Setelah dari sini para siswa diberi benih dan dibawa pulang kemudian nanti perkembangannya akan dilaporkan ke gurunya masing-masing. Ini yang jug akan dikembangkan di Green Hous sekolah” tukasnya.

VP Corsec Krakatau International Port, Sari Maulinah menjelaskan, kegiatan ini merupakan komitmen Krakatau International Port terhadap program berkelanjutan sesuai amanat Sustainable Development Goals (SDGs) melalui indikator pendidikan dan lingkungan. Pembinaan sekolah adiwiyata menjadi program yang bertujuan untuk meningkatkan karakter anak dan kepedulian lingkungan yang harus tumbuh sejak dini. “Ini kegiatan rutin yang biasa dilakukan oleh binaan kami sekolah adiwiyata, dan pada kali ini kita agendakan field trip agar siswa juga mendapatkan pengalaman langsung di alam melalui proses pembelajaran lansgung.” jelasnya.

Sementara itu, Azka Darma Maulana salah satu siswa yang mengikuti Field Trip menuturkan keseruannya saat ikut terlibat menanam benih sampai dengan memetik. “Seru yah belajar di luar kelas, bisa tau dan paham cara nanem terong, dan katanya disuruh bawa pulang jadi saya akan rawat di rumah ini.” []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.